Sejenak akan terlupa masalah yang membebani. terbuai dalam alunan melodi yang kita ciptakan sendiri. Tidak perlu berjingkrak-jingkrak atau berteriak-teriak. Cukup duduk diam sejenak sambil memandang garis horizon di ujung laut. Melihat samar di kejauhan para nelayan dan pelaut, yang menebar jaring dan jala agar ada ikan yang tersangkut.
Sebuah rezeki dari alam, yang tersedia untuk kita manfaatkan. Nelayan itu akan mendapatkan ikannya, pada saat dia datang untuk menjemputnya. Tentu pada moment yang tepat, dengan peralatan yang tentu sudah dipersiapkan sebelumnya.
Saat hujan dan badai, tentu bukan saat yang tepat untuk melaut. Tapi itu adalah saat yang tepat untuk mereparasi peralatan. Memperbaiki jaring, menambal perahu yang bolong jika ada, atau cuma memandang jauh sambil menghitung dan mengira kapan badai akan pergi.
Perjalanan ini tiada henti. Sejenak singgah di pantai untuk menenangkan diri. Mendengarkan deru ombak sambil mendengarkan suara hati, sebelum melangkah lagi untuk menjemput rizki.
No comments:
Post a Comment